Pentingnya Asesmen Nasional
Sejak 2021, Ujian Nasional (UN) telah diganti dengan Asesmen Nasional (AN). Tentu, dalam AN itu terdapat Survei Karakter. Survei Karakter dirancang untuk gambaran karakter siswa di setiap satuan pendidikan. Survei Karakter sangat penting dilakukan pada AN. Ini karena selain kompetensi, karakter menjadi hal yang tidak kalah penting dimiliki oleh peserta didik. Tentunya, hal ini sejalan dengan tujuan dari Asesmen Nasional yang tidak hanya memotret hasil kognitif siswa namun juga memotret hasil belajar sosial emosional.
Kamis, 10 Agustus 2023, bertempat di kelas 9B dan 9C, Kepala Sekolah mengundang Orang tua/ wali murid kelas 8 untuk mensosialisasikan agenda penting tentang “Asesmen Nasional” yang insyaAllah akan dilaksanakan secara Daring pada tanggal 18 – 21 September 2023.



Hal yang Perlu Dilakukan Orang Tua
Dalam paparan yang disampaikan oleh Wakil Kurikulum, Bapak Wawan Sujanarko, M.Pd bahwa “Asesmen Nasional ini untuk mencari cara memperbaiki kualitas pembelajaran pada anak-anak kita, oleh karena itu peran serta orang tua/ wali murid dalam mendamping putra-putrinya belajar sangat penting kedepannya. paling tidak ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua,” terangnya.
1. Cari informasi
Orang tua dapat mencari informasi dari sumber yang benar, seperti laman Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) Kemendikbudristek dan akun-akun media sosial lainnya.
2. Cek konsepsi
Ajak anak dan guru berdiskusi untuk menggali pemahaman tentang Asesmen Nasional. Orang tua juga dapat menyampaikan informasi yang tepat. Apabila terdapat miskonsepsi pada anak, maka orang tua bisa melakukan koreksi padanya.
3. Menjadi teman belajar
Asesmen Nasional berbeda dengan Ujian Nasional, orang tua tidak perlu membeli buku apalagi mengambil bimbingan belajar (bimbel) untuk mempersiapkan Asesmen Nasional. Orang tua dapat menjadi teman belajar anak, menumbuhkan kecintaan pada buku, dan dunia bacaan. Selain itu, orang tua juga dapat memfasilitasi hobi anak yang mengasah nalar dan karakter anak.
4. Ajak kolaborasi
Terakhir, orang tua dapat mengajak guru-guru di sekolah anaknya untuk berefleksi untuk merumuskan apa yang sekiranya perlu dilakukan agar pembelajaran lebih efektif dalam membantu anak bernalar dan berkarakter.